Review Buku : Wanita Berkarir Surga


Halloo.. 🙋 Sudah lama yaa tak berjumpa melalui tulisan saya ini. Hehe

Baca juga : Review buku

Kali ini, saya mau mereview buku lagi. Buku ini datangnya dari penulis dan pendakwah yang pernah menulis buku yang sangat memotivasi bagi kaum remaja, yaitu Felix Y. Siauw. Pasti udah pada tau kan yaa. Yaap. Benar. Dua buku itu yaitu berjudul "Yuk Berhijab" dan "Udah Putusin Aja".  Ditulis dengan apik dan tentunya disajikan penuh dengan gambar dan penuh dengan warna ini, membuat pembaca tak bosan untuk membacanya.

Di buku yang berjudul Wanita Berkarir Surga ini menceritakan mengenai sejarah kaum wanita, yang konon penuh dengan penindasan oleh kaum adam. Hingga munculnya paham feminisme, yang ingin menyamaratakan pria dan wanita. Dibahas dengan sudut pandang islam, bahwa islam sangat memuliakan wanita.

Kira-kira diliat dari judul nya, wanita berkarir surga seperti apa sih yang dimaksud? Wanita yang bekerja atau wanita rumah tangga? Atau mungkin wanita yang bekerja tapi mempunyai tanggungjawab yang penuh juga terhadap keluarganya, jadi disebut wanita berkarir surga?. Yaa, disini saya akan coba sedikit ulas isi dari buku ini.

Konon diceritakan wanita itu penuh dengan penindasan oleh kaum pria. Wanita dianggap hanya sebagai pemuas kaum pria dan mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan. Hal itu yang membuat wanita merasa tertekan dengan aturan-aturan yang sangat tak menghargai mereka. Dilihat dari situlah, munculah feminisme yang mengusung gagasan untuk menuntut kesetaraan.  Feminisme ingin menyatakan bahwa wanita bisa bekerja dan beraktivitas seperti pria serta bisa lebih tinggi dari pria, bukan hanya sebagai pemuas pria dan bukan bekerja di belakang pria.

TAPI,,, Apakah hal itu adalah sebuah solusi? Atau Musibah yang sama buruknya? Hal. 25

Paham feminisme terus digaungkan, feminis berjuang menyetarakan diri agar wanita mempunyai hak dan kebebasan yang sama dengan pria. Feminis memiliki pola pikir bahwa (1) wanita harus bisa bebas tanpa batas. Bebas menjadi apa saja dan melakukan apa saja sebagai wujud pengembangan diri. (2) Materi menjadi standard kebahagiaan. Oleh karenanya wanita ingin terus mengejar karir, karena hal itu lah yang dianggap sebagai sebuah prestasi. (3) Kecantikan, Kekayaan dan Ketenaran, dan (4) Bersaing lintas gender. Lalu , apa jadinya jika pola pikir tersebut terus tertanam di dalam benak pikiran wanita saat ini? Padahal kodrat, kebutuhan dan tubuh wanita dan pria itu berbeda kalau standard pencapaiannya adalah setara dengan pria. Banyak kasus anak menjadi Broken Home karena kemandirian ekonomi dari wanita yang mendorong menjadi lebih dominan dalam membuat keputusan cerai. Feminisme mengakibatkan fitrah ibu dan ayah di dalam rumah tidak berjalan sebagaiman mestinya, yang membuat keluarga tidak harmonis dan timbul berbagai pertikaian. Kasus Free Sex, Aborsi dan timbulah LGBT serta terjadinya eksploitasi wanita. Kalau diliat kasusnya seperti ini, maka sama saja bukan seperti zaman dulu penindan wanita yang hanya sebagai pemuas kaum pria dan tentunya diskrimasi wanita?

Dilihat dari banyaknya masalah yang ditimbulkan dari ide feminsimes, maka munculah gerakan baru yaitu "Anti Feminisme" yang menuntut agar wanita diperlakukan berbeda dengan laki-laki terkait fitrah wanita. Kini kita semakin paham, bahwa ide feminisme itu tidak benar karena fitrah nya wanita dan pria itu berbeda.

Pria berbeda dengan wanita. Perbedaan itu bukan ditunjukan untuk bersaing tapi untuk saling melengkapi. Hal. 93

Dalam islam, Pria dan Wanita dipandang sama sebagai makhluk Allah. Dengan tujuan yaitu untuk menyembah Allah dengan sebaik-baiknya ibadah. Islam datang memberikan keadilan dengan memuliakan wanita sesuai fitrahnya.

Kunci Surga terletak bagi kaum wanita. Dan bukankah tujuan kita adalah SURGA yang kekal abadi? Lalu, mengapa kita masih sibuk mengurusi MATERI DUNIA? Hal. 99

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat 5 waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, Menjaga kehormatannya sebagaimana syariat mengaturnya dan taat kepada suaminya, Maka masuklah ke surga melalui pintu manapun yang kalian inginkan. (HR. Ahmad). 

Dalam islam, wanita merupakan nikmat Allah yang paling mulia, yang apabila ia bertakwa kepada Allah, maka ia diibaratkan sebagai sebaik-baikya perhiasan dunia. Wanita juga dinilai sangat istimewa karena dari rahim wanitalah, para generasi-generasi penerus terlahir di dunia dan berkat didikan wanita pula lah para generasi tersebut mengarahkan peradaban di dunia ini akan dibawa kemana. Masha Allah

Wanita yang mendidik seorang laki-laki mungkin ia sedang melahirkan seorang Pemimpin, sedangkan wanita yang melahirkan dan mendidik seorang anak perempuan, maka ia sedang mendidik sebuah Peradaban. Hal. 107

Kemuliaan seorang wanita itu terletak pada saat ia mengandung anak dan melahirkan anaknya (jihadnya wanita yaitu saat melahirkan), membesarkannya, mengurus keluarganya dan mentaati suaminya. Islam juga sangat menjaga wanita dari sejak ia kecil hingga akhir hayatnya. Tidakkah kalian bersyukur diciptakan sebagai seorang wanita? Ketika seorang wanita menjadi wanita yang shalihah, ia akan menjadi sumber kebahagiaan bagi orang-orang yang berada disekitarnya. Masha Allah

Lalu, apakah islam membatasi aktivitas wanita di luar? Islam tidak membatasi justru begitu menjaga dan memuliakan kaum wanita. Seorang wanita boleh keluar rumah asalkan ia tetap menutup auratnya dengan sempurna dan lebih aman lagi jika keluar rumah bersama mahramnya.

Mendidik anak adalah tugas utama wanita. Makanya wanita wajib menuntut ilmu setinggi mungkin karena dialah pencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Lalu boleh kah wanita berkarir atau berbisnis? Karir bagi wanita boleh saja, asalkan atas restu suami dan tidak mengganggu kewajiban sebagai istri bagi suami dan ibu bagi anaknya karena ridhonya Allah terletak disitu.

Nah begitu istimewanya bukan sebagai kaum wanita, Islam begitu hebat mengatur kehidupan wanita secara lebih detail.

Yaa begitulah ulasan dari isi buka "Wanita Berkarir Surga" ini. Isi yang sangat mengajak kita untuk bisa berpikir lebih luas lagi, yang mengajak untuk bisa open minded, tidak hanya mengikuti trend yang ada saja.

Rate : 8/10




0 Comments