Is this just doing what i love or not

Ketika lo ditanya perihal pasion. Apa yang ada di dalam benak kalian? Like a hobby maybe or like a do what you love. Ditanya soal, what is your passion. Gue sendiri gatau apa passion gue dari dulu. Karena gue selalu enjoy dan menikmati aja apa yang gue lakuin. Dan ngga jarang banget gue ngedenger kalimat ini dimana-mana, find your passion!!. Bahkan gue sendiri gatau gimana caranya menemukan passion itu. Dari kecil emang gue ngga pernah ikut kursus kayak kursus nyanyi, lukis, and everything. Yaa tapi pernah sih gue dulu mau diikutin taekwondo gitu, tapi sialnya gara-gara gue nonton salah satu film yang taekwondo itu serem banget sampai kayak banting-banting orang gitu. Nyali gue langsung ciut pas udah mau didaftarin, sampai-sampai gue kabur dan ngumpet. Thats moment yang membuat gue nyesel banget, kenapa gue bisa kabur gitu. Kan kalau gue lanjutin, gue jadi punya keahlian. Okee yang itu biar lah berlalu. 

Let it flow aja hidup gue, kayak balon terbang ini. Ngikutin aja kemana angin bertiup

Sampai akhirnya gue menemukan sesuatu yang gue suka yaitu main bulutangkis. Karena hanya itu lah satu-satunya olahraga yang paling gue sukai ketimbang harus memilih lari. Berjalan nya waktu, ternyata bermain bulutangkis itu bukan menjadi passion gue. Karena itu hanya sekedar hobi gue untuk mengisi kekosongan waktu aja. Ngga sampai gue tekunin sampai gue bisa jadi atlit maybe atau gue bisa ikut berbagai lomba. Ternyata passion itu menurut gue bukan hanya sekedar do what you love aja tapi juga harus ditekuni, dan diserisuin sampai lo bisa mencapai goalsnya. 

So where is my passion?

Gue orangnya termasuk yang paling gabisa diem sedikit. Kalau gue diem, pasti ujung-ujungnya bakal leha leha dan nantinya bakal bosen sendiri. Ketidakbisa diemannya gue itu, akhirnya gue menemukan sesuatu yang bisa gue otak-atik. Yaa itu dia, membuat prakarya. Dulu gue pernah banget iseng bikin gelang, kalung sama cincin dari batu-batu gitu. Hampir tiap ke pasar, gue beli peralatan yang dibutuhkan. Dan gue bikin terus sampai terkumpul banyak dan gue pake sendiri, gelang hasil buatan gue itu. Tapi ternyata keisengan gue itu lama kelamaan membuat gue bosen dan udah ngga gue lanjutin lagi. 

Tak hanya itu aja, gue sampai pernah ikut berbagai macam ekstrakulikuler yang out of the box bagi hidup gue. Hahaha. Gue pernah ikut ekskul jepang gitu. Sok sok an banget, sumpah gue dah. Ngerti aja enggak. Kartun jepang yang gue tau cuman doraemon selebihnya kurang begitu tau. Dan ini lah kasusnya, kalau lagi ngumpul sama temen-temen satu ekskul, udah lah mati gaya gue. Tak tau apa-apa euy..

Dan memasuki masa perkuliahan, akhirnya gue milih ekskul yang netral-netral aja. Gue milih rohis sama kejurnalistikan. Kenapa milih itu? Sebelumnya gue mau ngejelasin dulu nih, kenapa gue milih sibuk berorganisasi ketimbang jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang). Itu karena gue gamau gabut. Gue pengen ada kegiatan aja, soalnya kebetulan posisi gue jadi anak rantau. Jadi daripada, pulang kuliah gue langsung balik ke kosan dan nempel ke kasur. Makanya gue milih berorganisasi aja. Oiya, back to pertanyaan kenapa gue milih organisasi rohis dan kejurnalistikan. Pertama gue milih rohis karena dengan ikut itu iman gue jadi semakin terus di charge. Dan kenapa gue milih jurnalistik karena itu sesuai dengan hobi gue yaitu nulis.

And How lucky i am.. Berkat ikut organisasi kerohisan ini. Finally, i found that. Gue menemukan apa yang bisa gue lakuin dengan hati dan gue bisa menemukan apa tujuan hidup gue. Ini semua berawal dari ketidakterimanya gue di departemen litbang dan dialihkan ke departemen Sosmas PHBI atau sama dengan pengabdian masyarakat. Di departemen ini gue lebih banyak berkecimpung dengan kegiatan sosial salah satu kegiatannya yaitu bulan jumpa duafa.  Selain berkecimpung dengan sosial, gue juga sering banget berkumpul sama anak-anak. Ntah kenapa setiap gue bisa ngumpul sama anak-anak, ada kekuatan positif sendiri yang muncul dari mereka. 

Dari organisasi rohis ini, gue juga merambah kegiatan sosial lainnya dengan mengikuti komunitas sosial pendidikan. Komunitas itu namanya komunitas Lentera Nusantara dan komunitas Kurir Buku. Dari komunitas ini gue bisa belajar banyak banget dan tentunya belajar dari berbagai pengalaman. Selain menjadi anggota di dua komunitas itu, gue juga pernah ikut di komunitas pagi berbagi. Even gue waktu itu cuman ikut kegiatan Ngider bagi sarapan. Tapi gue merasa senang dan bahagia banget.

Ini lah yang membuat gue jadi mengerti apa tujuan hidup gue. Yaa ini tujuan hidup gue untuk sebisanya caring each other. Meskipun gue belum mampu secara finansial untuk membantu secara langsung tapi dengan membantu menyalurkan niat baik dari orang di luar sana, turut membuat gue merasakan juga dan membuat hati gue berasa jadi tenteram dan damai. Dan ini lah passion menurut versi gue. Turut serta dalam kegiatan sosial.  Kegiatan yang bukan gue lakukan apa yang gue suka aja tapi juga gue seriusin dan menemukan arti hidup gue. Dan ini lah passion yang gue cari-cari selama ini. Agak terlalu lama yaa gue bisa menemukan passion gue, tapi yaa beginilah you can't find your passion, if you dont want fo find it. Gali aja terus potensi yang ada dalam diri. Jika belum menemukan terus gali. Meskipun kita ga punya keahlian apa pun tapi dengan bisa membantu orang lain dan membuat orang lain bisa tersenyum itu menurut gue suatu keahlian yang besar.

So, Lets find your passion guys~

0 Comments