Wis(uda)h

Sumber : www.google.com

Sarjana...
Satu kata tapi memiliki makna yang sangat menyentuh bagi yang merasakannya. Terutama bagi sosok kedua orang tua yang menanti-nantikan buah hati nya untuk dapat mengatongi gelar sarjana. 

Sarjana...
Satu kata juga yang untuk dapat meraihnya ,perlu pengorbanan yang sangat dalam. Tak cukup waktu sebentar dan dukungan finansial yang sedikit. Tenaga dan pikiran pun ikut terkuras juga untuk bisa menambahkan gelar di belakang nama kita.

Setelah melewati tahap demi tahap selama 3.5 tahun atau bahkan 4 tahun lebih, tiba lah waktu yang ditungu-tunggu yaitu wisuda, yang itu berarti status mahasiswa kalian resmi terlepas dan siap tergantikan dengan status yang lain. 

Berkumpul menjadi satu dan memasuki suatu ruangan, bak model cat walk yang dipandangi oleh ribuan masyarakat namun ini bukan lah masyarakat biasa tapi keluarga kalian yang telah menanti-nantikan buah hati nya mengenakan seragam layaknya ratu/raja sehari itu merupakan idaman, atau cita-cita bagi kita semua yang memilih meneruskan untuk bisa duduk di bangku perkuliahan.

Yaa.. Itu lah yang saya rasakan juga kala itu. Kala dimana ketika saya masih kuliah dan melihat kakak tingkat saya sudah wisuda dan didampingi kedua orang tua nya beserta keluarga besar nya itu kadang membuat hati saya terenyuh dan berharap dalam hati, saat waktu nya tiba saya bisa seperti mereka. Tahap demi tahap saya lewati dari perkuliahan selama kurang lebih 3 tahun dan dilanjutkan dengan masa skripsweat. Kini akhirnya terbuahlah manis dengan saya telah dinyatakan lulus pada bulan juli 2018 kemarin.

Namun masih butuh waktu 3 bulan lagi saya bisa resmi melepaskan status mahasiswa saya. Waktu 3 bulan itu bagi saya waktu yang sangat berat. Ketika apakah saya bisa diwisuda layaknya impian saya di kala itu atau tidak dan atau mungkin bisa tapi tidak seperti yang saya bayangkan bisa bersama kedua orang tua saya.

Tidak hanya itu lah yang saya bayangkan kala itu. Ketika waktu nya telah tiba, status saya yang akan segera tergantikan ini. Apakah saya bisa segera menggantikannya atau masih butuh waktu lagi.. Yaa itu lah wis(uda)h. Wis udah gitu aja wisuda kelar trus bebas santai santai. Atau wis udah, wisuda kelar melanjutkan target atau mimpi yang telah disusun. Ntah itu bekerja, melanjutkan pendidikan S2 atau bahkan langsung menikah dan atau mungkin memulai menjadi seorang pebisnis. 

Kelar wisuda itu bukan perkara gampang. Tapi perlu dipikirkan jauh jauh waktu juga semenjak kalian masih kuliah. Kelar wisuda, bukan berarti wis(uda)h tugas kalian sebagai mahasiswa lepas begitu saja dan bisa bersantai santai tidur makan tidur makan. Tapi kelar wisuda, kalian juga sudah harus memikirkan plan kedepannya. Karena jangan sampai gelar yang kita impikan hanya menjadi gelar yang tidak dapat memberi kebermanfaatan bagi orang lain. Itu lah perlunya, di waktu masih kuliah, manfaatkan waktu kalian untuk ikut pelatihan, ikut berbagai tes toefl, dan juga ikut berbagai macam perlombaan sehingga bisa mendapatkan penghargaan baik itu nasional atau bahkan bisa internasional. Mungkin itu hal yang dianggap gampang bagi banyakan orang, tapi ternyata itu bisa bermanfaat banget buat kalian yang mau melamar pekerjaan atau bahkan mau melanjutkan perkuliahan dengan beasiswa.

Yaa itu lah. Itu semua kembali lagi ke diri kita sendiri. Mau dibawa kemana kah gelar sajana yang telah kita kantongi ini. Mau kemanakan kita setelah kelar wisuda ini. Apakah wis(uda)h begitu saja atau tidak?

So, it's all depend on you...

0 Comments